Kamis, Februari 19, 2009

Pindahan.....

pembritahoean,

Mulai saat ini
sodara Arifin Urang mBandung
betempat tinggal di tanah air semula :
Bandung.

Saat ini pula
Dwi Sucahyono juga sodah pindah
di kota Tegal.

Silaken nyang roemahnya pada dekat2
bisa silatoerahmi langsung......

Senin, Februari 09, 2009

Harimau Soleh

Ditulis oleh Roro Rohmah
dikirim oleh temen Sos '90 Ais Irmawati

Alkisah….

Ada seorang pemuda muslim yang tidak Jumatan. Dia malah pergi ke hutan
untuk berburu ayam hutan. Saat sedang mengendap-endap di antara
rerumputan yang rimbun, tiba2 melewati seekor harimau yang sedang
tidur. Karena kaget, senapannya terjatuh. Si pemuda itu terjatuh, pas
di atas batu dan .... Kraakkk!
Kedua kakinya patah....

Ini bukan memberitakan yang buruk-buruk. Tapi kabar buruk ternyata ada didepan mata.
Harimau yang sedang tidur itu terbangun dan kemudian menghampiri si
pemuda itu sambil seperti akan memakan si pemuda itu, padahal dia
sudah tidak bisa apa-apa lagi.

"Ya Allah," si pemuda berdoa,

Maafkan atas segala dosa hamba gara-gara hamba tidak Jumatan di hari
Jumat yang mulia ini...

Ampun ya Allah, jadikanlah harimau yang mengejar hamba ini, jadi
harimau yang sholeh... Tolong ya Rabb..! Amiin..."

Sekilas ada suara bergemuruh!
Harimau itu berhenti mendadak di depan si pemuda.....
Kedua kaki (depan) nya diangkat ke atas (posisi berdoa)
sambil berdoa:


"Allaahumma baarik lanaa, fiimaa razaqtanaa, wa qinaa adzaabannaar. Amin!"

Kamis, Januari 22, 2009

Caleg : Wakil Kitakah?

Yasinan sepekan sekali di tempat saya berjalan seperti biasa. Nothing special. Bahkan ada beberapa yang ngantuk. Tetapi ketika snack dan minuman mulai dihidangkan suasana menjadi gayeng, karena ada icon-icon di kampung yang selalu menyegarkan suasana dengan humor-humornya (persis pakdhe Jarwo waktu kuliah dulu, tekan saiki...........)

Pak RT kemudian minta waktu berbicara dan ternyata tema yang disampaikan adalah bahwa ada tim sukses caleg yang datang ke pak RT dan menawarkan 'RT kene arep butuh opo', begitu kira2 singkatnya.

wah ini pasti akan menarik, batin saya.

Tema ini dilemparkan ke warga dan terjadilah dialog-dialog diantara mereka.

"Nganu pak RT teko ngomong mawon mawon, butuh kursi, tratak (tenda) po kerndo (keranda). Mumpung podho butuhe. Masalah noblos gampang" kata salah satunya.

"Koyo mbiyen mawon pas pilkades, sopo wae sing mlebu mriki teko ditampi. Arep ngenehi yo syukur ora nggih ra popo" sambung yang lain.

"Tapi itu, pake janji-janji mboten?" kata yang lain lagi.

Kata pak RT, "Ini masalahnya, kalau setuju mereka minta kita bikin surat pernyataan diatas kertas dan tanda tangan. Kalau tidak sesuai dengan data yang dibuat ya bantuan itu ndak jadi."

Suasana makin gayeng. Bisik-bisik, gerutuan dan celometan mulai bermunculan.

Pak RT nambahi, "kita nanti tidak harus dengan sama dengan RT sebelah. RT sana minta kursi seratus dan disanggupi oleh sang caleg. Terus pak RT nya punya kebijakan (?!) setiap warga didatangi dan harus mau mendukung + tanda tangan. Nek ra gelem, ngko nek duwe gawe arep ra tak silihi kursi! Kalau ditempat kita mau bagaimana?"

Blaik! batin saya. Jangan-jangan warga pada ndak berani protes, terus nanti harus tanda tangan semua.Koyo jaman kompeni neh ki....

Tidak ada satupun yang mau menimpali ucapan pak RT. Semua diam. Pak kiai, pak polisi, tukang batu, penjahit, pak guru, tukang mancing, wiraswastawan semua membisu. Ibarat warga Gaza: mereka semua bertahan, umpetan dan menunggu bom Israel berikutnya.

Karena semua diam, ada yang tiba-tiba nyeletuk, "nek pak kiai pripun. Awak dewe niki kan jamaah yasinan. Nek coro agomo pripun..."

Merasa diberi kesempatan dengan mantap pak kiai bilang,
"orang yang menyuap dan orang yang disuap sama-sama masuk neraka!"
"Nah ! niku ...." sergah salah seorang warga.

Lanjut pak kiai, "calege niku terus terang nggih konco SMP kulo. Kulo yo akrab, kenal. Ning nek modele ngoten niku kulo ra wani."

cessss, lega hati saya.

Pak Arnianto menyambung, "Saya kira masalah materi kita memang butuh. Tapi kalau seorang pemimpin menurut saya bukan begitu caranya. Yang kita butuhkan itu kehadirannya, weruh wonge, terus tahu visi misinya, mau apa nanti kalau sudah jadi wakil rakyat. Jadi, bukan belum apa-apa sudah menjanjikan materi. Itu tidak mendidik. Jangan-jangan acara pertamanya nanti kalau sudah jadi adalah piye carane mbalekake modal..."

cessss, lega lagi hati saya.

Pak RT menimpali, "Ya terimakasih masukannya, tapi bukan berarti kalo noblos dia njur masuk neraka lho... yang tidak boleh itu nyuapnya. Nggih kulo tampi, onten malih... "
Pak polisi menyahut, "Nek sampeyan bagaimana pak Amin..." Katanya merujuk kepada salah saeorang warga yang berprofesi sebagai bakul bakso cilot. Harapannya mungkin akan ada jawaban yang berbeda karena ada iming-iming materinya.

Tetapi jawabannya sungguh diluar perkiraan. Katanya, "Nek ming ngono njur mlebu neroko yo jelas wegah. Jo ngasi (jangan sampai). Ha.. ming sak bondho wae kok!"

Demikianlah. Obrolan terus bersambung. Dialog terus mengalir. Kesimpulannya disepakati siapapun yang mau kampanye dipersilakan, dengan catatan tidak ada embel-embel. Tidak ada akad. No deal! Ngasih sesuatu monggo ora yo ra patheken!
Sungguh saya bangga jadi warga di RT yang masih punya idealisme.

Dan demikian pulalah saat ini. Wajah caleg ada dimana-mana. Konsekuensi demokrasi nampaknya mengharuskan mereka memanfaatkan setiap momen dalam denyut kehidupan masyarakat. Tidak peduli habis duit berapa. Kepuasan itu tidak bisa diukur dengan duit. Perempatan, pertigaan, pohon-pohon, jembatan, tembok, mug, minuman ringan, payung ditempeli wajah mereka. Baliho, banner, spanduk, pamflet, leaflet, kaos dimanfaatkan untuk meraih simpati. Mobil pribadi, bis, oplet, angkutan kota, bak truk, internet, surat kabar, TV semuanya mereka manfaatkan.
Kita disuguhi berbagai jargon,
pilihlah saya.....
mohon doa dukungan......
selalu memperjuangkan rakyat.....
bersama kita sejahtera......
sejahtera dan amanah.....
kami selalu memperjuangkan BBM turun.....
siap mengemban amanah umat.....
jujur tegas dan adil.........
rakyat denyut perjuanganku
memperjuangkan rakyat adalah nafasku
bla...

bla...
bla...

Pertanyaannya, kenalkah Anda dengan mereka ?!
Apakah Anda merasa terwakili dengan kehadiran mereka?!
selanjutnya terserah Anda.....
Apabila jawabannya ya, tobloslah mereka, eh contrenglah mereka.
Kalau tidak?!
Allah Maha Tahu.
Selamat memilih !

Sabtu, Januari 03, 2009

HaPpy NeW YeAr 2009
semoga kita mendapat anugerah :
1 th kebahagiaan
12 bln kedamaian
365 hari kegembiraan
8760 jam kasih sayang
525.600 menit cinta
31.536.000 detik persahabatan
dari Sang Pencipta & dari siapapun di sekitar kita