Selasa, Desember 30, 2008

Welcome Home, wak Kaji...

Menilik jadwal kepulangan jamaah haji, Mas Tofik mestinya sudah pulang dari haji.
Wah selamat, pak haji! Oleh-olehnya dong...........he...he....

Bicara 'oleh-oleh' tentu kita tidak berharap adanya kurma, sajadah atau asesoris ibadah lain yang tiba-tiba sampai ke rumah kita dari sang mantan ketua koti kita, sebagaimana kultur yang semakin menggejala di banyak kalangan saat ini. Bahkan, sesungguhnya calon haji ketika akan berangkat pun tidak perlu kita 'bebani' dengan kata-kata "ojo lali lho...... aku didongakke di sana ben ndang ketularan iso kaji.....". Mengapa? karena kalau jamaah haji kadung menyanggupinya (dan itu berarti menjadi janji) maka kita tidak sadar justru akan menambah kemungkinan jamaah haji berbuat dosa.

Jadi, yang terpenting, kalau bisa kita silaturahmi ke rumahnya pada saat pulang (sekalian menikmati oleh-olehnya to..). Tetapi kalau tidak bisa datang, seperti yang mereka yang bisa bertemu langsung kepada ybs, kita minta didoakan yang baik-baik tentunya. Termasuk semoga dapat mengikuti jejaknya untuk berhaji dan ziarah ke makam kekasihNya, rasullullah Muhammad SAW.

Mumpung, sebagaimana kata para ulama, doa para tamu Allah itu masih 'mandi' betul sampai 40 hari dari kedatangannya. Minta aja jamaah haji berdoa sebanyak-banyaknya dan kita mengamininya. Insyaallah suatu saat, cepat atau lambat doa itu menjadi kenyataan.

Ok, mas Tofik eh Pak Kaji
Semoga menjadi haji mabrur
doakan kami-kami ya....
gen ndang kaji juga.
amiiinnnnnnn

1 komentar:

  1. Matur suwun Pak Lik Aslach..wejanganipun. Sejatine panjenengan sampun langkung siap budhal ngilen".

    BalasHapus